Mutiara kaligrafi maulid







ياسيدنامحمدا ✍🔹🔸خ ط
Mutiara Kaligrafi Maulid:
SIAPA LEBIH MULIA: RASULULLAH ATAU SOEKARNO?
(DidinSirojuddinAR•Lemka)

وكان صلّى اللّهُ عليه وسلّـمَ أكمــــــلَ النـاسِ خَلقاوخُلُقاذاذاتٍ وصفـــــاتٍ ســنِّيَّــةٍ.
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah manusia paling sempurna tampilan dan akhlaknya, memiliki fisik dan kepribadian yang tinggi mulia.”
(Syeikh Ja’far Al-Barzanji, ‘Iqdul Jawhar)

              ******

    CERAMAH  *Sukmawati Soekarnoputri* yg membandingkan Nabi Muhammad SAW dg Ir. Soekarno telah bikin heboh dan menuai banyak kontroversi. Pembandingan itu tidak layak, kurang tepat bahkan tidak seharusnya, karena memang tidak bisa dibanding-bandingkan. Soekarno yg sangat mengagumi perjuangan Rasulullah adalah orang mulia, tapi Rasulullah lebih mulia. Hanya dg mengajukan pertanyaan berikut, mudah diketahui "siapa yg lebih mulia" di antara keduanya: "Apakah Soekarno yg beriman kpd Rasulullah ataukah  sebaliknya?"
   Dalam diskusi bertajuk  "Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme", Sukmawati mengajukan pertanyaan kpd hadirin tentang siapa yg lebih berjasa di abad 20: Nabi Muhammad atau Bung Karno.  Tentu saja Rasulullah tidak hidup di abad 20. Seolah tidak punya peran apa pun terutama terhadap kemerdekaan  Indonesia. Padahal, bukankah Rasulullah, melalui ajarannya, telah menanamkan semangat juang bela negara dan cinta Tanah Air (حب الوطن من الإيمان) yg mendorong para pejuang kemerdekaan bertempur dg gigih melawan pasukan penjajah? Rasulullah juga dg gigih menyerukan pembebasan manusia dari belenggu,  perbudakan, dan penjajahan, suatu misi yg dikumandangkan dalam slogan sahabat beliau  Umar bin Khattab:

لِمااسْــتَعــبَدتُمُ الناسَ وقَدْولَدَتْــهُم أمَّهاتُهم أحْرارًا
“Mengapa kamu perbudak manusia, padahal ibu mereka telah melahirkannya dalam keadaan merdeka?”

   Sayang, ketika penjawab hendak menerangkan tentang peran Nabi Muhammad, Sukma memotong,  seakan tidak mau mendengar jawaban lengkapnya.
   Dibantah atau tanpa dibantah pun, kemuliaan Rasulullah tak  terbantahkan. Beribu-ribu halaman pengakuan telah ditulis. Tidak kurang dari Michael H. Hart yg meranking Nabi Muhammad SAW pada posisi nomor 1 dari deretan 100 tokoh paling berpengaruh di dunia dalam karya terpopulernya, _The 100 A Ranking of The Most Ifluental Persons in History._ Al-Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani di dalam kitabnya حول الإحتفال بذكرمولد النبى الشريف _(Sekitar Upacara  Memperingati Maulid Nabi Yang Mulia)_   menyebutkan bahwa Nabi SAW lebih tinggi dari itu semua, serta lebih sempurna dan mulia. Sebab, selain menerima wahyu, missinya dunia akhirat. Kemuliaan ini tidak diberikan kepada Nabi2 lain apalagi manusia biasa sekalipun tokoh luarbiasa. Karena itu, Allah menyebutnya dg sebuah sanjungan di dalam Alquran:

إنّ اللّهَ وملائِكتَه يُصَلُّون على النّبِيّ ياأيُّهاالذِين امنواصَلّواعليه وسَلِّمواتَسْلِيما.
“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang2 yg beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dg penuh hormat kepadanya.” (QS Al-Ahzab/33: 56).

   KEMULIAAN Nabi SAW dan ekspresi kecintaan umat kpd Rasulullah lebih mendalam dituangkan dlm kisah2 maulid termasyhur seperti dlm kitab العروس (karangan Abul Faraj Ibnul Jawziy), التنويرفى مولدالبشيرالنذير (Ibnu Dihyah), عرف التعريف بالمولدالشريف (Al-Jazariy Al-Syafi'i), المورد الحنى فى المولد السنى (Al-Hafizh Al-'Iraqiy), جامع الأثرفى مولدالنبى المختار، مورد الصادى فى مولدالهادى (Ibnu Nashiruddin Al-Dimasyqiy), الفخرالعلوى فى المولدالنبوى (Al-Hafizh Al-Sakhowiy), المواردالحنية فى مولدالخير البرية (Ali Zainul 'Abidin Al-Samhudi Al-Hasaniy), مولدالنبى الديبعى  (Ibnud Dayba'), إتمام النعمة على العالم بمولد سيد ولدآدم, النعمة الكبرى على العالم فى مولدسيدولدآدم (Ibnu Hajar Al-Haitamiy), الموردالراوى فى المولدالنبوى (Al-Mulla Ali Al-Qori), مولدالبرزنجى / عقدالجوهر فى مولدالنبى الأزهر (Syeikh Ja'far Al-Barzanjiy), اليمن والإسعاد بمولدخيرالعباد (Muhammad bin Ja'far Al-Kattani Al-Hasaniy), جواهر النظم البديع فى المولد الشريف (Yusuf bin Ismail Al-Nabhani), dan puluhan kitab lainnya. Kitab2 berbentuk puisi dan  prosa ini menerangkan dg detail sosok Rasulullah yg mulia, yg tidak terbantahkan:

اللهمَّ صلّ على سيّـدنامحمٌدٍوعلى آل سيَِدنامحمّد.

Kemuliaan Umat Muhammad:

   Terlepas dari tujuannya, "ocehan"  Sukmawati telah menampar umat Islam para pecinta Rasulullah yg mulia, tapi juga menantang dan (seolah)  mengingatkan: Apakah kita umatnya benar2 tahu *kemuliaan Rasulullah?* Kita seperti disuruh-suruh utk tholabul ilmi lagi. Al-Maliki menganggap kurang cukup hanya yakin dg kemuliaan Rasulullah yg membuat kita selalu mengagungkan namanya dan bershalawat kepadanya. Apabila yakin Rasulullah paling mulia, maka harus yakin pula bahwa "umat Nabi Muhamad SAW adalah umat paling mulia". Berkat kemuliaan Rasulullahlah umatnya jadi mulia. Kemuliaan Rasulullah nampak  terpancar dari kemuliaan umatnya.   Dalam kitabnya,  ِشرفُ الأمّة المحمّدِيّة _(Kemuliaan Umat Muhammad),_ Al-Maliki memerinci detail2 kemuliaan umat Muhammad  yg kerap kurang diperhatikan dan wajib lebih diketahui oleh seluruh kaum muslimin:
 • Di antara kemuliaan umat Muhammad adalah, bahwa "Allah telah memberi mereka keyakinan yg kuat  terhadap kebenaran agamanya", seperti dinyatakan  sendiri oleh  Rasulullah:

ماأُعْطِيَتْ أمّةٌ من اليقِين أفضلَ مِمَّاأعطيتْ أمتى
“Tidak ada satu umat pun yg dianugerahi keyakinan lebih afdol daripada keyakinan yg diberikan kpd umatku.”

 • Umat Muhammad diberi banyak keistimewaan yg secara umum bisa disebutkan:

PERTAMA: Diangkatnya “beban” (إصر / ishr) yg wajib dipikul umat terdahulu. Sedangkan umat Muhammad tidak diberi beban di luar kemampuan mereka. Beban berat ini bagi Bani Israil dirasa seperti “aghlal” (أغلال / belenggu di leher), yaitu:
1) Memotong wilayah najis. Bila baju terkena najis, wilayah najis itu harus dipotong dan tidak cukup dibasuh. Sedangkan umat Muhammad cukup dg membasuhnya pakai air.
2) Larangan makan bagi yang haid (menstruasi) dan memencilkannya sendirian. Sedangkan umat Muhammad, dibolehkan makan dan gaul kecuali di bagian antara pusar dan lutut.
3) Penetapan Hukuman qishas utk dosa disengaja atau khilaf. Sedangkan umat Muhammad diringankan dg dibolehkannya mengganti hukuman dg “diyat” atau denda.
4) Taubat dg bunuh diri atau memotong bagian tubuh. Adapun umat Muhammad telah dimudahkan Allah jalan taubatnya dg istighfar.
5) Mempermalukan pelaku maksiat dg mencemarkan namanya di pintu rumahnya. Sedangkan umat Muhammad dipersilakan Allah utk menutup nama baiknya supaya tdk cemar.
6) Hukuman bagi kesalahan jiwa yg tdk dilakukan raga, sedangkan umat Muhammad dihukum hanya atas fakta kesalahan fisik.
7) Hukuman segera atas kekeliruan dan lupa. Sedangkan umat Muhammad gugur hukuman tersebab alpa, lupa, dan terpaksa.
8) Haram bekerja di hari besar yaitu hari Sabtu. Ketika melanggar (dg newak ikan), mereka dikutuk jadi monyet. Sedangkan umat Muhammad didorong bekerja setelah selesai jumatan.
9) Penyakit taun/bencana adalah azab kepada umat2 dahulu, sedangkan bagi umat Muhammad itu adalah rahmat dan saksi kebenaran ajaran Tuhan.
10). Pengharaman sebagian makanan yg baik yg berkuku (spt unta, ayam) dan lemak. Sedangkan bagi umat Muhammad dihalalkan yg baik2 dan diharamkan yg buruk2.
11). Diharamkan makan dari “ghonimah” (harta rampasan perang) sampai dibakar sebagai tanda diterimanya perang mereka. Sedangkan umat Muhammad, karena kemuliaan Nabinya, dihalalkan mengambil bagian dari harta rampasan.
12). Diharamkan shalat kecuali di tempat2 khusus (spt klenteng, gereja, sinagog). Sedangkan bagi umat Muhammad, Allah jadikan seluruh bumi sebagai masjid.
13) Dikhususkan bersuci (طهارة) hanya dg air dan tidak boleh dg yg lainnya. Sedangkan bagi umat Muhammad, Allah jadikan bumi suci sehingga bisa dipakai toharoh pengganti wudhu kalau tidak diketemukan air.

KEDUA:
Umat Muhammad mendapatkan kemuliaan dg “rahmat (kasih sayang) istimewa” di akhirat. Allah membagi umat Muhammad kpd 3 kelompok: Yg menzalimi dirinya (ظالم لنفسه), yg amalannya tengah2 (مقتصد), dan yang selalu menyegerakan kebaikan (سابق بالخيرات). Imbalannya, seperti kata Ibnu Abbas:

السابق بالخيرات يدخل الجنة بغيرحساب والمقتصد يدخل الجنة برحمة الله والظالم لنفسه يدخل الجنة بشفاعة سيدنامحمد صلعم
“Assabiqu bil khairat masuk surga tanpa hisab, al-muqtashid masuk surga dg rahmat Allah, dan al-zhalimu linafsihi masuk surga dg syafaat Rasulullah SAW.”

KETIGA:
Umat Muhammad dijadikan Allah sebagai umat yg tengah2/moderat (أمة وسطا).

الوسط أيضاهوالخط المستقيم والطريق المستوى
“Al-wasath/pertengahan juga berarti garis lurus dan jalan keseimbangan.” Dijadikan umat pertengahan atau “di atas jalan lurus” (على صراط مستقيم), terjauh dari “dua tepi”.

KEEMPAT: Dimudahkannya hukum syariat yg dikenakan kpd umat Muhammad dibandingkan kpd yg lainnya. “Kemudahan” ini merupakan sifat umum syariat suci tsb sebagaimana firman Allah:

يريدُاللّهُ بكم اليسرَولايريدُبكم العسرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”

Nabi SAW juga menyatakan:

إن الله رضى لهذه الأمة اليسروكره لهاالعسر
“Sungguh Allah ridho dg KEMUDAHAN utk umat ini, dan tidak suka KESULITAN utk mereka.” (HR Thabrani).

KELIMA:
Ajaran agama (شريعة) yg dimiliki umat Muhammad adalah paling lengkap dari seluruh ajaran apa pun di dunia.

فهى رسالة الإنسان فى كل زمان وفى كل مكان التى تخاطب فطرته التى لا تتبدل ولا تتحورولا ينالهاالتغيير فطرة الله التى فطر الناس عليها

    _"Hukum syariat Muhammad ini adalah mission manusia di setiap waktu dan tempat, yg menyentuh  fitrahnya, yg tdk tergantikan, tdk terbantahkan, dan tdk mengalami perubahan, sesuai fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu."_

KEENAM:
Pada hari kiamat “cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka” (نورهم يسعى بين أيديهم وبأيمانهم). Tentang keistimewaan ini, Rasulullah lebih lanjut menjelaskan:





إنى لأعرف أمتى يوم القيامة من بين الأمم أعرفهم يؤتون كتبهم بأيمانهم وأعرفهم بسيماهم فى وجوههم من أثرالسجودوأعرفهم بنورهم يسعى بين أيديهم.
“Sesungguhnya aku benar2 mengenal umatku pada hari Kiamat di antara umat2 yg lain. Aku mengenal mereka menerima kitabnya dg tangan kanannya. Aku mengenal mereka melalui tanda2 di wajah mereka ada bekas sujud, dan mengenal mereka dari cahayanya yg memancar dari kanan mereka.” (HR Ahmad)

KETUJUH:
Umat Muhammad diciptakan sebagai umat pilihan (خيرأمة) yg didelegasikan kpd manusia utk beramar makruf dan nahi mungkar. Nabi SAW menegaskan:

أنتم توفون سبعين أمة أنتم خيرُهاوأكرَمُهاعلى الله عزّوجلّ
“Kalian melengkapi 70 umat, kalianlah yg terbaiknya dan yg paling mulia di hadapan Allah Azza Wajalla.”

KEDELAPAN:
Salahsatu di antara umat Muhammad dari kalangan Nabi Agung dan termasuk Ulul Azmi (Nabi2 Pilihan) adalan Almasih Isa Alaihissalam. Ketika diturunkan kembali ke bumi, dia termasuk bagian dari umat Muhammad yg statusnya sebagai Nabi, namun sebagian ulama berpendapat bahwa Almasih tergolong Sahabiy (sahabat Nabi SAW) karena kedekatannya dan selalu berkumpul dg Nabi SAW serta beriman kepadanya dan membenarkan kerasulannya. Di sini Rasulullah hadir sebagai نبى الأنبياء (Nabinya para Nabi), karena tidak satu pun Rasul yg diikuti Rasul lain utk mengamalkan syariatnya dg meninggalkan syariat yg diwahyukan kepadanya kecuali Nabi Muhammad SAW.

KESEMBILAN:
Ketetapan kabar gembira dg surga untuk umat Muhammad terakhir seperti ketetapan utk umatnya yg permulaan. Rasulullah menegaskan:

طوبى لمن رآنى وآمن بى وطوبى سبع مرات لمن لم يرنى وآمن بى.
“Beruntunglah bagi siapa yg melihat aku dan beriman kepadaku, dan beruntunglah (7 x) bagi siapa yg tidak melihat aku tapi beriman kepadaku.” (HR Ahmad & Bukhari)

KESEPULUH:
Ketetapan utamanya umat Muhammad terakhir sama dg ummat yg permulaan. Dalam riwayat Sahihaini, Rasulullah bersabda:

خيرالناس قرنى ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم.
“Sebaik-baik manusia adalah yg hidup di abadku, kemudian yg datang berikutnya, kemudian yg datang berikutnya lagi.”

KESEBELAS:
Di antara keistimewaan dari Allah yg memuliakan umat Muhammad dan menjadi keunggulannya dari umat2 lain adalah masih jumenengnya kuburan Nabiyyuna wa Sayyiduna Muhammad SAW: diketahui adanya dg keyakinan dan aklamasi tanpa keraguan. Karena itu, setiap waktu dan kesempatan manusia berziarah ke kuburannya yg mulia dg hati berisi ilmu yg lengkap dan keyakinan yg sempurna, bahwa “dialah Rasulullah SAW di tempat ini yg bisa disaksikan, ini kamar2 dan tempat2 tinggal istri2nya, dan ini Raudhahnya yg suci”. Kemuliaan dan keunggulan ini tidak diberikan kpd Nabi dan umatnya selain Muhammad, seperti dilantunkan oleh Ibnu Hajar:

ولم تعلم مقابرهم بأرض #
يقيناغيرماسكن الرسول
“Kuburan mereka tidak diketahi dg yakin di bumi mana # kecuali yg ditempati Rasulullah.”

KEDUABELAS:
Umat Muhammad telah disebutkan dalam Kitab2 terdahulu, yaitu Taurat dan Injil, yg menggambarkan sikap mereka yg tegas terhadap orang2 kafir namun berkasih-sayang antar sesama mereka, selalu rukuk dan sujud semata untuk mencari karunia dan ridha Allah, dan pada wajah mereka terlihat bekas sujud (QS Al-Fath/48: 29).
Dalam riwayat Musnad Al-Darami dan Ibnu Asakir disebutkan, semua itu tidak lepas dari sikap Muhammad sebagai Rasul Allah yg lembut, tidak kasar,






ولا يجزى بالسيئةِ السيئةَ ولكن يعفوويصفح ويغفر
“dan tidak membalas kejahatan dg kejahatan, tetapi selalu memaafkan, bersikap toleran, dan memberi ampunan.”

KETIGABELAS:
Umat Muhammad tidak pernah “sepakat, bersekongkol atau berkomplot melakukan kesesatan” dan itu merupakan keistimewaan yg Allah berikan kepada mereka. Rasulullah SAW bersabda:

لايجمع الله أمتى على الضلالة أبدا
“Allah selamanya tidak pernah menyatukan umatku untuk melakukan kesesatan.”

KEEMPATBELAS:
Umat Muhammad diberi keistimewaan oleh Allah dg “tidak dibinasakan oleh kelaparan, tidak ditenggelamkan, tidak diazab seperti umat2 terdahulu, dan tidak dicampuri musuh luar untuk menangani urusannya sendiri.” Ini juga merupakan doa yg dipanjatkan Rasulullah dan dikabulkan Allah. Dg demikian, malapetaka atau bencana2 alam yg menewaskan sebagian umat Islam di dalamnya bukanlah azab melainkan rahmat Allah dan pelajaran (جعله رحمة بهم وشهادة لهم) utk mengangkat derajat kemuliaan mereka.

   Betapa mulianya Rasulullah yg telah mengangkat umatnya dg amal2 mulia. 

اللهم صل على سيدنامحمدوعلى آل سيدنامحمد .




  • WhatsApp WhatsApp Kami