IBNU MUQLAH







.






إنالله وإناإليه راجعون 😭✍🔹
Kisah Unik Unak Anik Huruf:
PERUMUS 3 STANDAR TULISAN ITU 3 X DIKUBURKAN

(DidinSirojuddin AR•Lemka)





   TIDAK semua orang berjasa memperoleh penghargaan dan piala. Contohnya, *Ibnu Muqlah.* Tuntas mendisain rumus-rumus kaligrafi, dia dieksekusi dengan cara kematian yg mengerikan. Atau seperti Galili Galileo, penemu teori "bumi bulat" pengembang teori Al-Biruni dan  Copernicus, malah dihukum bakar  karena temuannya. Arsitek Sallimar juga bernasib serupa: harus menerima "pahala"  ditendang dari pucuk istana raja yang selesai dibangunnya. _Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un._ 😭😩😢
   *Ibnu Muqlah* lahir 272 hijriyah di Baghdad, dikenal sebagai _Imam Al- Khattathin_ (bapak kaligrafer) yang ahli geometri. Namanya yang besar dalam catatan sejarah, dan karena berjasa menciptakan rumus-rumus "menulis kaligrafi yang benar", maka Ibnu Muqlah dianggap sebagai "penemu sejati" kaligrafi Arab. Mustafa Abdullah Haji Khalifah dalam kitabnya _Kasyf Al-Zhunun_ bahkan menyimpulkan, bahwa seni kaligrafi diakarkan kepada Ibnu Muqlah, karena Ibnu Muqlahlah orang pertama yang poluler berkat  kaligrafi dan banyak menghasilkan karya-karya modivikasi yang hebat.
  Karir Ibnu Muqlah sangat moncer dan meroket terlalu  cepat. Dimulai dari petugas pemungut dan distributor pajak hingga 3 x menduduki jabatan Wazir atau Perdana Menteri untuk 3 orang Khalifah Bani Abbas, yaitu Al-Muqtadir (908-32/M), Al-Qahir (932-4/M), dan Al-Radhi (934-40/M). Masya Allah,  jabatan karir paling prestisius untuk seorang seniman kaligrafi. 
   Sayang, hidup Ibnu Muqlah sangat malang. Kaligrafer hebat yang _khat_ nya pernah digunakan menyalin surat perdamaian _(hadnah)_ antara kaum muslimin dengan bangsa Romawi ini diguncang tekanan berat akibat masalah-masalah kekhalifahan yang sedang bergolak dengan segala kekisruhannya:  tatkala penindasan, korupsi, dan intrik-intrik politik menjadi setan-iblis kekuasaan yang merajalela. Model kepemimpinan pada waktu itu telah menyiksanya dengan beragam penderitaan. Ibnu Muqlah difitnah, dijebloskan ke penjara lalu dipotong lengan kanannya yang merupakan "senjata sakti" untuk melahirkan karya-karya hebatnya. 😭🗡
   Seperti kisah Nabi Yusuf mendapat ilmu ladunni saat dipenjara, Ibnu Muqlah pun dalam penderitaannya di penjara mendapat inspirasi "puncak ilmu kaligrafi". Ibnu Muqlah tambah kreatif. Dengan lengan kanannya yang buntung, dia terus saja menggores  beruji-coba huruf, dan mendisain bentuk-bentuknya yang belum beraturan pada waktu itu. Bermodalkan kepandaiannya di bidang ilmu ukur atau geometri, Insinyur Ibnu Muqlah  menemukan tatacara menulis dengan mengukur huruf perhuruf (ميزان الحروف) secara tepat dan detail. Dengan alat ukur yang disebut  _mizan_  ini, bentuk-bentuk  huruf sampai ukurannya, tipis-tebalnya, tegak-miringnya, tinggi-rendahnya, lengkungannya menjadi tertib, terukur, seimbang, dan harmonis. Undang-undang ciptaan Ibnu Muqlah ini dikenal dengan sebutan  _al-khat al-mansub_ (الخط المنسوب) alias *kaligrafi berstandar* yang terdiri dari:

1) Standar Titik 🔹
2) Standar Alif ا
3) Standar Lingkaran
Tiga standar ukur ini mula-mula Ibnu Muqlah terapkan pada khat Naskhi. Belakangan, seluruh gaya khat kursif (khat selain Kufi) seperti Tsulus, Farisi, Diwani, dan Riq’ah pun menerapkannya dan masih berlaku lebih 1.000 tahun sampai sekarang.
Dengan patokan TITIK, ALIF, dan LINGKARAN, tulisan jadi sempurna. Menurut Ibnu Muqlah, kesempurnaan yang dihasilkan dari penerapan mizan huruf itu terletak pada Irsal (إرسال/tingkat kelancaran), Ikmal (إكمال/tingkat kesempurnaan), Itmam (إتمام/tingkat ketuntasan), dan Isyba’ (إشباع/tingkat kepadatan). Semuanya merupakan “efek domino” penggunaan mizan titik & alif :

كل الحروف إذانظرت فإنها #
من نقطة أجزاؤهاتتركب
صورالحروف جميعها مأخوذة #
من صورة الألف التى تتقلب
فترى لصورتهارموزاجمة #
فانظربعين حقيقة تتهذب

“Sesungguhnya seluruh HURUF, apabila engkau lihat, berasal dari bagian-bagian TITIK yang bersusunan.”
“Bentuk-bentuk HURUF seluruhnya terambil dari satu bentuk ALIF yang berbolak-balik.”
“Maka, engkau saksikan bentuk-bentuknya memiliki rumus yang sempurna. Oleh karena itu, lihatlah dengan mata hati supaya engkau dapat pelajaran.”

   Dari balik terali besi penjara, nama Ibnu Muqlah semakin bersinar, membuat lawan-lawan politiknya semakin gerah dan iri dengki. Karena hasutan mereka, hukuman terhadap Ibnu Muqlah diperberat dengan dipotong lidahnya. Dalam derita tiada terperikan, Ibnu Muqlah meninggal tahun 328 H/940 M dan dikuburkan di rumah sultan. Mendengar peristiwa tersebut, keluarganya menuntut agar jenazahnya dikembalikan kepada mereka. Jenazah pun dibongkar kembali dan diserahkan kepada keluarganya, untuk dikuburkan di rumah anaknya. Dari rumah anaknya, istrinya yang dipanggil Dinariyah menggalinya kembali dan menguburkannya di rumahnya, Istana Umm Habib di Baghdad.
     Seperti ditakdirkan segaris dengan "serba tiga", Ibnu Muqlah 3 x jadi Perdana Mentri, hidup bersama 3 orang Khalifah, dikuburkan 3 x, dan berjasa menciptakan 3 standar penulisan kaligrafi. Ibnu Muqlah pergi meninggalkan duka. Pergi untuk memetik pahala dari jasa besar yang ditanamnya. 🔹✍



  • WhatsApp WhatsApp Kami